Saturday, June 25, 2005

Yang Lalu Biar Berlalu

cuplikan: Yang Lalu Biar Berlalu
Judul Buku: La Tahzan
Penerbit: Qisthi Press, 2004



M
engingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.



Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya, atau diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam; selamatkan diri Anda dari bayangan masa lampau! Adakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ketempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata kepelopak mata? Ingat; keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang demikian sangat berharga. Dalam Al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan. Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu". Begitulah; ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu........

Thursday, June 23, 2005

Pikirkan dan Syukurilah!

cuplikan: Pikirkan dan Syukurilah!
Judul Buku: La Tahzan
Penerbit: Qisthi Press, 2004



Artinya, ingatlah setiap nikmat Allah yang dianugrahkan kepada Anda. Karena Dia telah meliputkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.

Jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya. (Qs Ibrahim: 34)

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air; semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah: Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya; Anda menguasai kehidupan, tetapi tidak pernah mengetahuinya.

Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin. (Qs Luqman: 20)

Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan, dan dua kaki.
Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan. (Qs Ar-Rahman: 13).

Apakah anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus-menerus tiada henti? Apakah anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah?

Maka sadarilah, betapa hinanya diri anda manakala tertidur lelap ketika sanak saudara di sekitar anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernakah anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang disekitar anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?

Coba pikirkan; betapa besarnya fungsi pendengaran yang dengannya Allah menjauhkan anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata anda yang tidak buta, ingatlah dengan kulit anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak, dan renungkanlah betapa dahsyatnya fungsi otak anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.

Adakah anda menukar mata anda dengan emas sebesar gunung Uhud, menjual pendengaran anda seharga perak satu bukit? Apakah anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah anda, namun anda bisu? Maukah anda menukar kedua tangan anda dengan untaian mutiara, tetapi tangan anda buntung?

Begitulah sebenarnya anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi anda tidak menyadarinya. Anda tetap resah, suntuk, sedih, dan gelisah, meskipun anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.

Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!
Dan, pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan (Qs Adz-Dzariyat: 21)

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia disekeliling anda. Dan janganlah termasuk golongan...
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya (Qs An-Nahl: 83)