Thursday, May 13, 2004

Judul Buku : Keajaiban pada Semut

Penerbit : Dzikra
Penulis : Harun Yahya
Situs : Harun Yahya
Cuplikan Pengantar :

Buku ini membahas suatu makhluk yang sudah cukup kita kenal, yang kita temui di mana-mana namun tidak pernah benar-benar kita perhatikan, makhluk yang sangat terampil, sangat sosial, dan sangat cerdas: "semut". Tujuannya adalah meninjau kehidupan penuh mukjizat makhluk mungil ini, yang tak pernah dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari.
.....
Kami yakin bahwa makhluk yang memiliki populasi tertinggi di dunia ini dapat membuka cakrawala baru bagi kita.
.....
Akan kita saksikan pula bahwa tak ada perbedaan sama sekali antara fosil mereka - yang tertua berusia sekitar 80 juta tahun - dan semut yang hidup sekarang, yang kira-kira berjumlah 8.800 spesies.
...
Kita akan melihat kekeliruan teori evolusi sekaligus menyaksikan penciptaan Allah yang sempurna, sebuah karya yang maha penting.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, peliharalah kami dari siksa neraka." (Qs. Ali'Imran, 3:190-191)

Daftar Isi :
Bab 1 Kehidupan Sosial
Bab 2 Komunikasi dalam Masyarakat
Bab 3 Spesies Semut
Bab 4 Simbiosis
Bab 5 Taktik Perang dan Bertahan
Bab 6 Melestarikan Ras
Bab 7 Makan dan Berburu
Bab 8 Kesimpulan

Mudah-mudahan bermanfaat.

Monday, May 10, 2004

Perhatikan Sifat Orang yang Selalu Bertahajjud

cuplikan : Bagian 9
Judul Buku : Bersujud di Keheningan Malam
111 Jalan Menumbuhkan Gairah Qiyamul Lail
Penerbit : Mitra Pustaka
Pengarang : Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq

Allah SWT. meberikan sifat hamba-hamba-Nya yang saleh dengan berfirman"
"Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka." (Qs. Al-Furqan ayat 64).

Ustadz Sayyid Qutb dalam kitab Fi Dzilal Al-Qur'an mengatakan: Allah SWT. menyatakan tentang sifat-sifat hamba-hambaNya (yang bersujud dan berdiri pada malam hari) dengan sangat istimewa dan memberikan kedudukan tersendiri. Seakan-akan mereka adalah inti sari dari sifat-sifat kemanusiaan setelah melalui pertempuran yang panjang antara petunjuk dan kegelapan. Dalam ayat tersebut di atas dinyatakan dengan sujud dan berdiri untuk menggambarkan gerakan hamba Allah Yang Maha Pengasih pada sebagian malam ketika orang-orang sedang tidur. Mereka meniti malam untuk sujud dan berdiri kepada Tuhan mereka, mereka hanya menghadap pada Tuhan mereka dan berdiri di hadapan Nya, mereka sujud kepada Nya semata. Mereka adalah sekelompok orang yang meninggalkan tidur dan istirahat yang menyenangkan dan memilih yang lebih menyenangkan dan nikmat, yaitu sibuk menghadapakan diri kepada Tuhannya, menyandarkan ruh dan jasad kepada Nya. Ketika manusia sedang tidur, mereka bangun untuk sujud. Manusia tetap di bumi sedang mereka naik ke 'Arsy Tuhan Yang Maha Pengasih, Pemilik keagungang dan kemuliaan. (Sayyid Qutb, Fi Dzilal Al-Qur'an, III:55).

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan dia akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (Qs. Adz-Dzariyat ayat 17-18).

Berkaitan dengan ayat di atas ar-Razi rahimahullah mengatakan: Ayat ini menunjukkan bahwa mereka selalu bersujud dan bertahajud, lalu mereka selalu ingin agar amal ibadah mereka lebih banyak dan lebih ikhlas dari yang telah dilakukan. Mereka memohon ampun (beristighfar) atas keterlambatan melakukan ibadah.

Inilah perjalanan orang yang mulia, yang selalu memperbanyak amalan mulia dengan sekuat tenaga, selalu menganggap sedikit ibadah yang telah dilakukan dan pada akhirnya ia enggan berlambat-lambat. Sedangkan orang yang hina, hanya sedikit sekali melakukan amalan tersebut dan dia menganggap amalannya sudah terlalu banyak dan menyebut-nyebut amalan tersebut. (Al-Qasimi, Mahasin at-Ta'wil)

Kesungguhan Rasulullah SAW. dalam Mengerjakan Qiyamul Lail

cuplikan : Bagian 8
Judul Buku : Bersujud di Keheningan Malam
111 Jalan Menumbuhkan Gairah Qiyamul Lail
Penerbit : Mitra Pustaka
Pengarang : Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq

Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra.:
"Bahwasanya Nabi SAW. mengerjakan shalat (malam) sampai kedua kakinya bengkak. Ada yang mengatakan kepadanya:"Kenapa engkau dibebani seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang?" Nabi menjawab:"Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?" (Muttafaq'alaih)

Saudaraku, senanglah mengerjakan Qiyamul Lail sebab ia bisa memberikan syafa'at dan syafa'atnya diterima Allah. Selalulah menangis karena ia adalah teman yang baik. Menerobos masuklah ke dalam barisan orang yang mengerjakan shalat, melompatlah ke padang sahara khalwat dan menghamparkan kerendahan dan pasrah.

Saudaraku, ketahuilah bahwa orang yang banyak tidur yang ditemui hanyalah mimpi.